PENALARAN DEDUKIF
Penalaran Deduktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak belakang dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang terlebih dahulu menerapkan hal – hal umum, untuk dihubungkan dalam bagian – bagian yang khusus dan menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian yang dapat menghasilkan pengetahuan. Agar penalaran yang dihasilkan mempunyai dasar kebenaran maka proses berpikir itu harus dilakukan dengan suatu cara dan prosedur tertentu.
Jenis-jenis penalaran deduktif :
a)
Silogisme Kategorial
Silogisme kaegorial adalah penalaran secara tidak
langsung. Penalaran deduksi silogisme termasuk penalaran yang sering digunakan.
Didalam silogisme ini terdapat dua premis yaitu premis umum / premis mayor,
premis khusus / premis minor dan satu premis kesimpulan (konklusi).
Contoh :
o Premis Mayor : Semua kucing makan makanan kucing
o Premis Minor : Mia tidak makan makanan kucing
o Konklusi :
Mia Bukan Kucing
b)
Silogisme Hipotetik
Silogisme hipotetetik adalah suatu pendapat yang
bersifat premis mayor berupa proposisi hipotetik, dan premis minor berupa
proposisi katagorik.
Contoh :
o Mayor : Ketika haus saya minum air
o Minor : Sekarang haus
o Konklusi : Mia haus minum air
c)
Silogisme Alternatif
Silogisme Alternatif adalah silogisme yang terdiri
dari premis mayor, yaitu berupa proposisi alternatif. Proposisi yang bila
premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya.
Contoh :
o Mayor : Reza tinggal di Bekasi atau Jakarta
o Minor : Reza tinggal di Jakarta
o Konklusi : Jadi, Reza tidak tinggal di Bekasi
d)
Silogisme Disjungtif
Silogisme Disjugtif adalah silogisme yang premis
mayornya merupakan disjungtif. Sedangkan premis minornya mempunyai sifat
kategorik.
Contoh :
o Premis 1 : Dafi masuk kerja atau tidak
o Premis 2 : ternyata dafi tidak masuk kerja
o Konklusi : Ia tidak masuk kerja
e)
Entinem
Entinem adalah silogisme yang dipersingkat. Hanya
terdiri dari premis khusus dan kesimpulan. Dalam penyimpulan sebab akibat dari
kedua preposisi tersebut, sudah termasuk entimen di dalamnya. Yaitu preposisi
khusus, merupakan sebab bagi yang sudah terkandung dalam preposisi kesimpulan.
Contoh :
o Vanka berhak mendapatkan penghargaan karyawan
terbaik karena dia telah bekerja dengan baik.
o Vanka telah bekerja dengan baik, karena itu vanka
pantas mendapatkan penghargaan karyawan terbaik.
Nama :
Firda Annisa
NPM :
12211885
Kelas :
3EA27
Tugas :
Softskill Bahasa Indonesia