yuuk di cariii

Rabu, 26 Maret 2014

PENALARAN DEDUKTIF_Tugas Softskill Bahasa Indonesia ke-1




PENALARAN DEDUKIF


Penalaran Deduktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak belakang dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang terlebih dahulu menerapkan hal – hal umum, untuk dihubungkan dalam bagian – bagian yang khusus dan menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian yang dapat menghasilkan pengetahuan. Agar penalaran yang dihasilkan mempunyai dasar kebenaran maka proses berpikir itu harus dilakukan dengan suatu cara dan prosedur tertentu.

Jenis-jenis penalaran deduktif :



a)    Silogisme Kategorial

Silogisme kaegorial adalah penalaran secara tidak langsung. Penalaran deduksi silogisme termasuk penalaran yang sering digunakan. Didalam silogisme ini terdapat dua premis yaitu premis umum / premis mayor, premis khusus / premis minor dan satu premis kesimpulan (konklusi).

Contoh :

o   Premis Mayor : Semua kucing makan makanan kucing

o   Premis Minor : Mia tidak makan makanan kucing

o   Konklusi  : Mia Bukan Kucing



b)    Silogisme Hipotetik

Silogisme hipotetetik adalah suatu pendapat yang bersifat premis mayor berupa proposisi hipotetik, dan premis minor berupa proposisi katagorik.

Contoh :

o   Mayor : Ketika haus saya minum air

o   Minor : Sekarang haus

o   Konklusi : Mia haus minum air



c)     Silogisme Alternatif

Silogisme Alternatif adalah silogisme yang terdiri dari premis mayor, yaitu berupa proposisi alternatif. Proposisi yang bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya.

Contoh :

o   Mayor : Reza tinggal di Bekasi atau Jakarta

o   Minor : Reza tinggal di Jakarta

o   Konklusi : Jadi, Reza tidak tinggal di Bekasi



d)    Silogisme Disjungtif

Silogisme Disjugtif adalah silogisme yang premis mayornya merupakan disjungtif. Sedangkan premis minornya mempunyai sifat kategorik.

Contoh :

o   Premis 1 : Dafi masuk kerja atau tidak

o   Premis 2 : ternyata dafi tidak masuk kerja

o   Konklusi : Ia tidak masuk kerja



e)     Entinem

Entinem adalah silogisme yang dipersingkat. Hanya terdiri dari premis khusus dan kesimpulan. Dalam penyimpulan sebab akibat dari kedua preposisi tersebut, sudah termasuk entimen di dalamnya. Yaitu preposisi khusus, merupakan sebab bagi yang sudah terkandung dalam preposisi kesimpulan.

Contoh :

o   Vanka berhak mendapatkan penghargaan karyawan terbaik karena dia telah bekerja dengan baik.

o  Vanka telah bekerja dengan baik, karena itu vanka pantas mendapatkan penghargaan karyawan terbaik.







Nama          : Firda Annisa

NPM           : 12211885

Kelas          : 3EA27

Tugas         : Softskill Bahasa Indonesia